Monday, 2 November 2015

PROMOSIKAN SEKOLAH MELALUI KEPUASAN SISWA


Di antara kita mungkin masih banyak yang tidak memperhatikan bahwa siswa adalah promotor efektif untuk mengenalkan sekolah kepada oranglain. Bagaimana bisa?

Guru adalah unsur terpenting dalam pendidikan. Merekalah yang menskenariokan kegiatan sehingga peserta didik dapat menyerap target materi yang diajarkan. Dan tidak banyak guru yang mampu secara kontinyu melakukan inovasi pembelajaran. Merencanakan pembelajaran yang menarik untuk setiap pertemuan sehingga peserta didik akan mengalami berbagai kegiatan untuk menyerap ilmu pengetahuan.
Ada orang yang mengajar sepuluh tahun tapi pengalamannya hanya setahun. Ada yang mengajar satu tahun tapi pengalamannya sepuluh tahun.
Apa hubungannya dengan promosi sekolah? Tentu saja keberhasilan dan kepuasan peserta didik menjadi faktor penting dalam kegiatan promosi sekolah kepada masyarakat. Bayangkan apa yang akan diceritakan oleh peserta didik kita ketika mereka sudah keluar gerbang sekolah, ketika mereka berada di rumah bersama keluarga, saat liburan, dan momen-momen lainnya. 

Bisa jadi mereka membicarakan rambut kita yang tidak rapi saat mengajar. Mungkin juga tentang guyonan yang kita lontarkan saat mengajar di kelas. Atau jangan-jangan mereka sedang membicarakan julukan yang tepat untuk gaya kita ketika menghadapi mereka. 

Umumnya peserta didik dapat merasakan kebanggaan atas sekolahnya karena tempat mereka menimba ilmu memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Labortorium yang komplit, perpustakaan yang memiliki banyak koleksi buku, kamar mandi dan kantin yang bersih, dan lainnya. Sarana olahraga yang beraneka ragam, media penunjang yang siap memenuhi kebutuhan pembelajaran, dan lainnya. 

Selain itu, guru yang --istilah om Mario Teguh-- super juga dapat merubah image sekolah yang menyeramkan menjadi mengasyikkan. Perubahan paradigma ini harus berangkat dari guru itu sendiri. Sebagaimana disingguh di atas, setiap guru harus mampu merancang kegiatan pembelajarannya dengan baik dan menyenangkan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan asal mengajar sehingga siswa yang sudah menguasai akan mempelajari itu-itu saja atau yang membutuhkan remidial justru semakin tertinggal. 

Sekolah memiliki kewajiban untuk menyusun program-program sekolah yang komprehensif. Sekolah harus merubah persepsi bahwa pendidikan tidak melulu terjadi di ruang kelas. Sekolah harus bertaruh bahwa siswa pintar bukanlah siswa yang peringkat kognitifnya jauh melampaui rata-rata. Ada nilai-nilai di luar kecerdasan kognitif yang juga harus diperhatikan. 

Siswa, di manapun, sangat menyukai kegiatan di luar kelas. Kegiatan-kegiatan di luar kelas inilah yang akan mengajarkan peserta didik belajar tentang timing, kerjasama, saling menghormati, dan lain sebagainya. Program-program pendukung yang disusun oleh guru dan sekolah menjadi salah satu keran untuk membuat siswa menyukai dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar sekolah. 

Kalau unsur-unsur tersebut di atas dapat dilaksanakan dengan baik, kemudian siswa bisa merasakan kebahagiaan, kebanggaan, dan kepuasan menjadi bagian dari sekolah, maka bisa dibayangkan apa yang akan diceritakan kepada oranglain di luar sana.


No comments:
Write comments

© 2014 Dingkelik Sekolah. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.